Sebelum ke Bali, anak-anak saya vaksin Japanese Encephalitis (JE), apa hal?

Di postingan saya yang ini saat persiapan mau ke Bali, saya sempat singgung klo anak-anak akhirnya vaksin Japanese Encephalitis (JE) sebelum berangkat ke Bali. Saya sebenernya tau tentang JE ini dari satu postingan berita tentang seorang balita yang akhirnya meninggal mendadak karena virus yang menyebabkan radang otak. Dari berita tersebut diketahui kalau ternyata balita tersebut dan keluarganya tidak lama habis liburan di Bali yang mana Bali merupakan salah satu daerah endemic dari Nyamuk Culex si pembawa virus JE. Baca berita itu langsung parno kan…langsung deh tanya kolega di Bali soal vaksin JE, karena menurut berita sebenernya vaksin JE ini wajib untuk balita di daerah endemic. Dan ternyata bener…di Bali ada bulan-bulan khusus di mana para Balita menerima vaksin JE secara gratis di Posyandu. Berbekal informasi tersebut akhirnya kami makin yakin klo anak-anak harus divaksin JE dulu sebelum ke Bali.

Karena Depok bukanlah daerah endemic virus JE, jadi..susah banget tuh untuk dapetin RS yang ada vaksin JE. Bahkan RS Bunda Margonda yang merupakan RSIA juga tidak ada. Sampai akhirnya kami dapat kabar bahwa Rumah Vaksinasi Pusat yang berlokasi di Condet memiliki vaksin tersebut. Dan akhirnya kami pun vaksin JE di Rumah Vaksinasi Pusat sampai rela ngantri berjam-jam.

Oiya…mungkin kita bertanya..kenapa Bali menjadi salah satu daerah endemis virus JE? Jadi berdasarkan informasi di google, klo JE ini disebabkan oleh flavivirus. Penularannya adalah dari hewan ke manusia melalui perantara gigitan nyamuk yang sebelumnya telah terinfeksi virus tersebut (nyamuk Culex). Dan virus ini paling banyak ditemukan pada babi dan burung. Nyamuk yang membawa virus ini lebih banyak ditemukan di daerah pedesaan yang didominasi oleh sawah dan rawa. Dan hal itu cocok banget dengan kondisi di Bali.

Kenapa akhirnya setelah 2018, saya bahas soal JE ini sekarang? Karena di tabel jadwal imunisasi terbaru dari IDAI, vaksin JE menjadi salah satu vaksin yang mengalami perubahan umur pemberian dari yang sebelumnya di tahun 2017 usia minimal pemberian adalah 12 bulan, pada jadwal terbaru tahun 2020 usia minimal pemberian menjadi 9 bulan. Hal ini mungkin agar anak2 khususnya di daerah endemis bisa lebih cepat terlindungi oleh vaksin JE.

Tambahan informasi, berdasarkan artikel dari IDAI berikut: https://www.idai.or.id/artikel/klinik/imunisasi/japanese-encephalitis , di Indonesia pada tahun 2015 terdapat kasus infeksi JE di 5 provinsi: Bali, Kalimantan Barat, NTT, Sulawesi Utara, Yogyakarta, Jawa Barat dan Jakarta. Kasus terbanyak adalah di Bali makanya di tahun 2017 dilaksanakan kampanye imunisasi JE di seluruh bagian provinsi Bali.

Memangnya kenapa sih harus pke vaksin?

Karena ternyata penyakit radang otak yang disebabkan oleh virus JE ini belum ada obatnya. Jadi salah satu pencegahan dan penurunan dampaknya adalah dengan pemberian vaksin JE.

Saran saya sih ya…kalau memang mampu untuk beli vaksin JE, ada baiknya anak-anak di vaksin saja. Karena liburan ke Bali tuh udah jadi hal yang umum, jadi kita ga perlu ribet2 lagi cari vaksin JE di Jabodetabek saat ada rencana liburan ke Bali.

Lebih baik mencegah sebelum terlambat, bukan? 😉

Semoga informasi ini membantu ya buibu…

Salam sehat selaluuuu…

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *