Kilas Balik 1 Dekade

2 minggu sudah tahun 2020 dan teringat bahwa ternyata kita sudah mulai di dekade yang baru. Lalu…apa saja ya…yang sudah saya lakukan selama 2010 – 2019 ini. Yuk kita tengok…

2010

  1. Mencoba menjadi firstreader Gagas Media. Keterima sampai 2 periode. Pada periode pertama, novel yang disepakati untuk keluar melalui review kami para Firstreader adalah Here, After karya Mahir Pradana. Keren banget memang.

Oiya..jadi firstreader itu adalah orang yang bertugas untuk membaca novel-novel yang dikirimkan ke Gagas Media sebelum diterbitkan. Jadi peranan firstreader ini sangat penting. Firstreader akan review tentang cerita novel yang dikirim. Siapa saja perannya, plot seperti apa, latarnya seperti apa. Plus minus di mana.

1 minggu sekali kami harus ke kantor Gagas Media yang berada di Jl. H. Montong, Ciganjur untuk mengambil 5 bundle novel yang tebal-tebal itu trus dibaca dalam 1 minggu. Trus dikembalikan lagi untuk ditukar ke orang lain dalam 1 tim. Jadi…yang nge-review ga hanya 1 orang aja. Tapia da 5 orang yang ada dalam tim. Seru pokoknya.

  1. Pertama kalinya ketemu Trinity di acara Klubuku yang diinisiasi oleh Tim Curipandang dari Inmark Digital dan Kutukutubuku mba Ollie. Dari situ saya kenalan sama para suhu blogger: Titiw Akmar, Anandita Maharrani, Rere, Dita Firdiana dan masih banyak lagi. Dan sejak itu pula saya rajin ikutan acaranya CuripandangFirst-Klubuku
  2. Blog saya dulu masih numpang di hosting gratisan. Di dagdigdug.com. Dan sayang sekali beberapa tahun lalu dagdigdug.com tutup.
  3. Saat itu saya kerja di sebuah program kerja sama Indonesia dan Australia dalam pembangunan sekolah. Sudah dari tahun 2008 sih. Dan penempatan saat itu di Kementrian Agama.
  4. Setelah program Basic Education Program selesai, saya pun melanjutkan pekerjaan sebagai Finance Assistant di Cardno. Hanya beberapa bulan tapi..
  5. Bisa jalan-jalan sama temen SMA ke Pulau Tidung. Seruuu. Nyewa 1 rumah untuk ber7

tidung

2011

  1. Nemu 3 anak kucing yang lucu-lucu. Dan jadilah ngurus miku-piku-niku setelah sekian lama ga pernah ngurus kucing. Tapi di tahun yang sama Miku si kucing paling kesayangan mati karena virus. Hiks.
  2. Punya blog khusus hasil jepretan saya mengenai langit. Awalnya selalu terkagum-kagum. Tapi trus koq sayang ya klo ga diabadikan.
  3. Setelah masa kontrak sebagai Finance Assistant di Cardno selesai, selang sebulan saya bekerja di sebuah NGO Belanda Hivos. Dan mulai saat itulah saya terjun di dunia biogas sebagai Database officer.

2012

  1. Tulisan tangan saya berupa surat untuk Mama akhirnya masuk ke dalam salah satu surat yang diterbitkan di buku Dear Mama. Senangnyaaaa.
  2. Alhamdulillah bisa mengajak adik saya untuk jalan-jalan di Semarang
  3. Dilamar sama @mmalik09 tepat di hari Ulang Tahun saya dan kemudian menikah 3 bulan setelahnya.nikah

2013

  1. Dapat kabar baik di awal tahun. Setelah 3 bulan akhirnya saya hamil Raya.
  2. Berpindah perusahaan walaupun program masih sama yaitu biogas di Yayasan Rumah Energi. Sebuah organisasi local yang dibentuk sebagai pelaksana program Biogas Rumah
  3. Akhirnya bikin blog berbayar untuk menuang berbagai pengalaman saya.
  4. Walau lagi hamil, tapi tidak menyurutkan langkah saya sampai ke Singapore bersama suami. Alhamdulillah si janin kuat
  5. Sempet terjun di dunia MLM: Oriflame demi mobil CRV :mrgreen:
  6. Di bulan September, tepat di 1 tahun pernikahan kami, Raya pun lahir ke dunia melalui SC setelah 2 malam diinduksi. Bener-bener pengalaman yang tidak akan terlupakan.

2014

  1. Pertama kalinya menginjakkan kaki di Padang. Yeay..!!
  2. Setelah lebaran, secara tidak terduga ternyata saya hamil anak ke-2. Dan lumayan penuh drama di kehamilan ke-2 ini.
  3. Memutuskan untuk membeli rumah di daerah Depok. Walau tidak langsung di tempati sih. Dan mulai mengeratkan ikat pinggang karena pengeluaran bertambah dengan KPR.

2015

  1. Alhamdulillah bisa melahirkan Sophia secara normal. VBAC itu ternyata lebih tidak bikin sakit dibandingkan SC. J
  2. Cuti lahiran kelar, trus bingung ga dapet pengasuh. Hopeless…akhirnya Sophia ditaruh di daycare. Mehong banget bo. Dan hanya bertahan 2 bulan.
  3. Setelah rumah yang kami beli secara indent jadi, trus ga pake lama kami mulai tutup bangunan dapur. Sampe pinjam di bank kala itu. Demi cepet bisa nempatin rumah baru. Hehehe.
  4. Di tahun ini juga berat badan saya turun drastis. Menyentuh angka 43 Kg. Padahal sebelum nikah berat badan 48 Kg. Saking penasarannya apakah saya mengidap penyakit tertentu, saya sampai MCU. Dan Alhamdulillah semua sehat.

2016

  1. Alhamdulillah per 1 Januari 2016 bisa menempati rumah sendiri. Walau kanan-kiri masih kosong. Walau saat itu belum ketahuan siapa yang akan jaga anak2 kalau saya dan suami kerja. Rencana emang cari orang sekitar sana.
  2. Sempet 2 minggu dapet mba. Tapi apa daya akhirnya dia memilih yang lain…rumah yang lebih besar. Jadilah mulai tahun itu anak-anak di taruh di daycare. Kalau saya harus tugas ke luar kota, saya harus menitipkan anak-anak ke rumah neneknya di Kemayoran. Capek rasanya.

2017

  1. Akhirnya anak2 dapet mba. Lega banget rasanya. Disayang-sayang lah si mba. Walau tiap hari harus di briefing…gpp. Yang penting anak-anak keurus dengan baik.
  2. Mulai bikin toko online. Via IG dengan menjadi dropshipper. Seneng sih..sampai belajar cara jualan online. Tapi ternyata saya belum bisa focus karena pekerjaan cukup banyak kala itu. Tapi keinginan itu masih cukup besar sampai sekarang. Semoga saja…someday bisa focus jadi IRT yang berbisnis. Aamiiin
  3. Akhirnya…berat badan saya naik 5 Kg selama 1 tahun. Koq bisa? Kantor lagi ngerjain proyek yang mana setiap 3 bulan pasti ada agenda coordination meeting di Hotel. Sehari makan 3x plus coffee break 2x. Sehat banget kan?! hahahaha

2018

  1. Suami sempet diputus kerja karena pengurangan karyawan (project berakhir). Per Februari 2018, suami resmi jadi Bapak Rumah Tangga sementara :D. Sudah usaha ngelamar sana – sini, cuma emang dasar belum rejeki ya…jadilah kurang lebih 7 bulan tuh…pemasukan hanya dari 1 pintu, dari saya.
  2. Bulan Maret Alhamdulillah bisa ke Bali sama anak-anak. Beli tiket dari 6 bulan sebelumnya. Sempet was-was karena sejak Dec 2017, Gunung Agung batuk-batuk. Tapi Alhamdulillah semua berjalan lancar.
  3. Anak-anak mulai masuk sekolah. Raya masuk TK A. Sophia masuk PAUD. Di sekolah yang sama. Senengnya tiap hari pasti dikirimin kegiatan anak-anak oleh gurunya.
  4. Belajar jahit sampai jadi bikin gamis. Yeay…Akhirnya impian dari jaman SMP terkabulkan juga. Belajar di daerah depok, kelas khusus sampai jadi 1 gamis hanya bayar Rp. 350.000 saja.

2019

  1. Dapet tanggung jawab baru untuk pegang wilayah Lampung. Alhamdulillah jadi bisa ngunjungin sodara di Lampung.
  2. Alhamdulillah mengikuti beberapa pelatihan penambahan kapasitas diri.
  3. Bisa berkunjung lagi ke Ponorogo, Alhamdulillah.
  4. Memberanikan diri ikut Sekolah Pasar Modal Syariah. Dan mulai invest di beberapa saham syariah untuk persiapan kebutuhan yang akan datang.
  5. Bisa beribadah umroh. Alhamdulillah senangnya.

IMG-20191026-WA0009

1 dekade ini sungguh nano-nano. Dan saya bersyukur, di tahun 2019 rasa yang tertinggal adalah rasa yang manis. Semoga decade-dekade selanjutnya juga semakin manis. AAmiiin.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *