Suntik Vaksin Maningitis di 2 Rumah Sakit di Jakarta

meningitis-meningococcus

Alhamdulillah di bulan Oktober lalu saya diberikan kesempatan untuk bisa beribadah umroh bersama suami dan Ibu Mertua.

Berkaitan dengan keberangkatan umroh, beberapa tahun belakangan ini suntik meningitis menjadi salah satu syarat wajib untuk mendapatkan visa dari Pemerintah Arab Saudi.

Sebenarnya apa sih meningitis itu?

Jadi berdasarkan berbagai informasi, meningitis merupakan peradangan pada selaput yang melindungi otak dan sumsum tulang belakang. Dan penyakit ini sangat menular. Negara-negara di Afrika sebenarnya merupakan negara endemic (tempat perkembang biakan virus/bakteri) dari penyakit berbahaya ini. Dan karena di Arab Saudi sebagai rumah Allah di mana semua orang dari berbagai negara bisa bertemu, sehingga penularan bisa saja terjadi dalam kunjungan ke Arab Saudi saat Ibadah Haji ataupun Umrah. Itulah kenapa menurut Menteri Kesehatan, meningitis sampai sekarang ini masih menjadi ancaman untuk jamaah haji ataupun umroh.

Apakah ada ketentuan dalam pemberian vaksin meningitis?

  • Tidak boleh diberikan kepada ibu hamil (itulah kenapa sebelum suntik si dokter bertanya apakah saya memakai KB? :mrgreen: )
  • Tidak boleh diberikan kepada bayi yang berusia kurang dari 2 bulan
  • Vaksin diberikan 2 – 3 sebelum keberangkatan karena vaksin akan terbentuk 10 – 14 hari setelah pemberian
  • Vaksin berlaku sampai 2 tahun

Setelah mendapatkan suntik meningitis, calon jamaah akan mendapatkan buku ICV (International Certificate of Vaccination (ICV) atau yang biasa dikenal dengan buku kuning (karena warnanya kuning). Dan buku kuning tersebut harus diserahkan ke travel agent untuk pengurusan visa.

Sejak 2 bulan sebelum jadwal keberangkatan umroh, saya sudah mencari informasi Rumah Sakit yang melayani suntik vaksin meningitis. Baca: Rumah sakit di Jakarta yang melayani suntik vaksin meningitis dengan minim antri :mrgreen: . Karena berdasarkan beberapa info yang didapat kalau suntik vaksin meningitis ini bisanya antrinya ampun-ampunan. Bisa sampai 2 jam sendiri untuk menunggu. Padahal suntiknya juga kurang dari 5 menit.

Sebenernya saya sudah dapat 1 referensi dari blog @titiwakmar. Yaitu di KKP Tanjung Priok (http://titiw.com/2017/03/19/kkp-tanjung-priok-suntik-meningitis-umroh/) . Tapi karena lokasi yang cukup jauh dari rumah kami di Depok, saya dan suami pun memutuskan untuk mencari lokasi yang lebih dekat.

Dan dari review beberapa orang di blog, dapatlah referensi di Rumah Sakit Pusat Otak Nasional (RS PON) di Cawang. Alamat tepatnya:

RS Pusat Otak Nasional

Jl. Letjen M.T. Haryono No.Kav 11, RT.1/RW.6, Cawang

Kec. Kramat jati, Kota Jakarta Timur

Sebelah gedung Badan Narkotika Nasional

Telp: (021) 29373377

Di reviewnya di bulan Juli 2018, si penulis menceritakan bahwa total waktu dari pendaftaran sampai selesai hanya 1 jam. Jadilah saya dan suami di tanggal 9 September lalu setelah mengantar anak-anak ke sekolah langsung cuss ke RS PON. Tapi sehari sebelumnya saya dan suami pastinya sudah menyiapkan data yang diperlukan untuk suntik vaksin meningitis, yaitu:

  1. Copy Passpor, 1 lembar
  2. Copy KTP, 1 lembar

Oiya, karena kuota di RS PON ini hanya 100 pasien, jadi kami berangkat lebih pagi dari biasanya. sampai RS PON pkl. 08.55 WIB. Lokasi pemberian vaksin meningitis berada di lantai 2. Tetapi pengambilan nomor pendaftaran berada di bagian informasi di lantai 1 (tepat setelah escalator). Di bagian informasi ini hanya 1 orang yang bertugas dan orang tersebut juga kebagian tugas untuk menjawab telepon, jadi kami harus bersabar menunggu sampai si bagian informasi menutup telepon. Saat itu sudah ada beberapa orang yang mengantri untuk tanya ini-itu. Kami pikir ada mesin pengambilan nomor karena berdasarkan blog yang menjadi referensi kami, ada foto hasil print nomor antrian.

Saat saya meminta nomor antrian vaksin meningitis, ternyataaaa….buku kuning saat itu tersisa tinggal 1. Sayang sekali sebelum ke RS PON saya ga telepon dulu untuk memastikan. Yaaa…namanya pengalaman pertama ya, jadi positif aja kalau buku kuning pasti tersedia. Dan menurut mereka sudah beberapa lama mereka meminta ke KKP Tanjung Priuk (RS PON kerjasama dengan KKP Tanjung Priuk untuk pengadaan suntik vaksin meningitis). Namun KKP Tanjung Priuk juga sedang kehabisan dan belum tau kapan ada lagi.

Trus?

Ya sudah…kata suami, saya duluan saja. Hiks…sedih ga bisa suntik barengan.

Saya pun diberikan formulir pengisian biodata dan diserahkan ke loket di lantai 2 tepat di depan escalator. Dari loket pendaftaran data saya diinput kemudian diberikan resi untuk pembayaran di kasir yang berada di belakang loket pendaftaran. Biayanya Rp. 305.000. Pembayaran bisa secara cash ataupun debit. Setelah selesai pembayaran, kita akan diberikan bukti pembayaran yang harus diserahkan ke poli vaksin meningitis yang berada tak jauh dari kasir, tepatnya disebelah kiri sebelum pintu keluar menuju lift dan gedung parkir.

Karena saat itu memang hanya sedikit, jadi saya hanya mengantri 1 nomor antrian dan menunggu sekitar 10 menit sebelum masuk ruang pertama yaitu ruang dokter. Di ruangan pertama, dokter akan bertanya beberapa hal seperti contohnya apakah saya pakai KB atau tidak untuk memastikan saya tidak sedang hamil, dokter juga menanyakan apakah saya ada alergi obat atau tidak. Selesai dari ruangan pertama saya pun diarahkan untuk masuk ke ruangan kedua. Di sana sudah ada dokter yang akan menyuntik saya. Si bu dokter memperlihatkan bahwa jarum yang dia buka adalah jarum baru. Sebelum menyuntik, bu dokter meminta saya untuk tidak tegang dan memberitahukan bahwa ada beberapa efek yang mungkin saja terjadi pada saya setelah pemberian vaksi, seperti pegal-pegal ataupun demam. Dan bu dokter meminta saya untuk tidak khawatir, cukup meminum parasetamol jika memang itu terjadi.

Gimana rasanya suntik vaksin meningitis?

Lumayan berasa saat bu dokter memasukkan vaksin dari tabung suntik. Dan beberapa jam setelahnya saya pun merasakan pegal luar biasa di lengan sebelah kiri dan merasa capek banget saat sampai rumah. Makanya saya langsung tidur dan meminta ke mba’ agar anak-anak tidak mengganggu saya. 😀

Efek pegal ‘senggol bacok’ pun berasa sampai 2 hari setelah suntik.

Nah…beberapa hari kemudian, saya mengantar suami ke RS Fatmawati untuk suntik vaksin meningitis. Sehari sebelumnya saya sudah menelepon pihak RS untuk menanyakan ketersediaan kartu kuning dan Alhamdulillah tersedia banyak.

Untuk di RS Fatmawati, pemberian suntik vaksin meningitis berada di Gedung Griya Husada Lt. 3 yang berlokasi dekat parkiran motor (http://rsupfatmawati.id/home/vaksin)

Jadwal Pemberian vaksin Maningitis di RS Fatmawati:

Senin – Kamis ( Pukul. 08.00 – 12.00 )
Jum’at ( Pukul. 08.00 – 11.00 )
Sabtu ( Pukul. 08.00 – 14.00 )

Berbeda dengan di RS PON, untuk pendaftaran di RS Fatmawati ini secara mandiri. Sudah disediakan computer dengan form yang akan kita ketik sendiri. Jadi jika ada orang tua yang akan suntik meningitis di RS Fatmawati ada baiknya ditemani oleh kerabat yang lebih muda yang lebih paham dan agar pengisian formulir tidak memakan waktu.

IMG_20190911_090615

Setelah selesai pengisian formulir di computer maka akan tercetak nomor antrian yang akan dibawa ke lantai 3. Sesampainya di lantai 3, dari escalator menuju sebelah kiri (meja petugas) untuk penyerahan nomor formulir dan fotocopy passport.

IMG_20190911_095145

Setelah itu kita akan diminta untuk menunggu panggilan. Ruangan pemberian vaksin tersedia dalam 2 ruangan, untuk laki-laki dan perempuan. Kalau di RS PON dipanggil 1 per satu, lain hal di RS Fatmawati. Pasien dipanggil sekaligus 10 orang di tiap ruangan. Sehingga hal ini mempercepat antrian. Selesai pemberian vaksin, kita akan diberikan lembar resi pembayaran untuk dibayarkan di kasir. Setelah pembayaran, kita harus kembali ke meja petugas vaksin untuk menyerahkan bukti pembayaran dan menunggu lagi untuk penyerahan buku kuning. Total waktu dari awal pendaftaran sampai pemberian kartu kuning cukup singkat. 1 jam saja. Mungkin karena di hari kerja ya. Entah kalau di hari Sabtu.

Jadi…kalau boleh disimpulkan, perbedaan prosedur di RS PON dan RS Fatmawati sebagai berikut:

RS PON

Daftar — Bayar — Vaksin — Pemberian kartu kuning

RS Fatmawati

Daftar — Vaksin — Bayar — Pemberian kartu kuning

Merk vaksin yang diberikan oleh ke-2 Rumah sakit tersebut juga berbeda. Tapi biaya sama.

Pokoknya Alhamdulillah sudah dimudahkan mendapatkan vaksin.

Semoga informasi ini bermanfaat yaaa. Dan bagi yang akan melaksanakan ibadah umroh kami doakan semoga persiapan dan ibadah di sana dilancarkan, dimudahkan. Aamiiin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *