Ketika pensiun dini dari kantoran

Tak terasa sudah 11 tahun saya bekerja sebagai orang kantoran. Melewati 6 perusahaan/organisasi walaupun dengan 3 pekerjaan yang sama. Dari yang ngantor di kawasan bisnis di Kuningan, mencoba merasakan “hawa” PNS dari bekerjasama dengan kantor Kementrian dan yang sekarang bekerja sosial di organisasi non profit.

Alhamdulillah semua lingkungan menyenangkan. Makin banyak teman, makin banyak pengalaman serta merasakan emosi yang berbeda-beda di tiap lingkungan.

Yang terlama adalah yang sekarang ini. Bekerja sebagai staf database di lembaga non profit berupa yayasan lokal yang bergerak di bidang energi terbarukan. 6 tahun. Cukup lama. Dipostingan tersendiri saya menjabarkan kenapa saya bisa bertahan selama ini. 🙂

Namun sebagai seorang Ibu dengan 2 anak balita yang lagi masa-masanya pengen tahu banyak hal dan yang pasti masih bergantung dengan Ibunya, saya merasa ada panggilan hati untuk menyegerakan pensiun dini dari bekerja sebagai orang kantoran. Supaya saya lebih bisa membimbing dan mendampingi anak-anak. Apalagi tahun ajaran 2018 mereka akan mulai sekolah. Saya pasti akan merasakan apa yang dirasakan oleh teman saya. Sedihnya si anak karena tidak diantar dan dijemput oleh Ibunda. Duh…

Tapi lalu ketika saya diskusi bersama suami bahwa dalam beberapa bulan saya akan memutuskan untuk resign, suami bertanya. “Bunda mau apa?” maksudnya…mau ngapain aja saya setelah resign? Karena dia tau saya suka ga bisa diem. Walau bisa aja ngerjain kerjaan rumah, tapi pasti beda. Dan saya pun berpikir. Kira-kira setelah saya resign saya ngapain ya selain nemenin anak-anak, nganter anak-anak sekolah dan ngerjain pekerjaan rumah.

Dan saya pun membuat daftar beberapa kemungkinan apa yang akan saya lakukan setelah resign:

  1. Jualan offline. Dari orang kantoran kemudian berjualan?? bukan menjadi suatu yang memalukan lagi di jaman “Enterpreneur” menjamur gini. Ini pastinya akan membantu membentuk mental saya. Toh saya sekarang juga sudah mulai menyambi berjualan makanan ringan secara online.
  2. Menerima kerjaan freelance. Selama 11 tahun bekerja, saya pernah beberapa kali mendapatkan kerjaan freelance. 2x sebagai firstreader di Gagasmedia dan 1x mengerjakan perapihan dokumen laporan sebuah lembaga. Walau dana yang diterima tidak besar namun saya cukup bangga bisa memiliki pengalaman itu. Dan saya yakin setelah saya resign pasti saya lebih punya waktu untuk melakukannya.
  3. Belajar menjahit. Ini adalah keinginan terpendam saya sejak dulu. Artis-artis aja pada jago jahit masa saya engga’?! Siapa tahu bisa menghasilkan sebuah karya kecil-kecilan. Ahey!!
  4. Ikut kelas keahlian. Tadinya saya juga punya keinginan untuk bisa kuliah lagi mengambil jurusan Enterpreneurship. Cuma koq kayanya otak udah males untuk dapet kuliah lagi selama 4 tahun ya. :mrgreen: Trus melihat beberapa teman yang rajin ikutan training singkat mengenai keahlian, koq saya jadi pengen juga ya. Kaya’nya bisa lebih menyasar apa yang saya butuhkan. Misal, ikut pelatihan lettering atau membuat dompet dari bahan kulit atau pelatihan memasak (karena saya ga bisa masak. hahaha). Kaya’nya lebih asyik ya?!
  5. Secara volunteer mengajar anak paud/TPQ. Punya sedikit ilmu klo ga dipakai pasti akan sia-sia. Apalagi kalau sampai dipertanyakan di akhirat kelak (duh..berat neh bahasannya) 🙂 . Ngaji saya memang belum faseh. Tapi teringat pesan guru Tahsin saya, kalo kita masih kepengen kelak generasi mendatang bisa ngaji, berarti ada ilmu yang harus disebarkan. Siapa lagi klo bukan kita.
  6.  Belajar mengendarai mobil. Entah kenapa saya selalu parno klo disuruh belajar mengendarai mobil. Padahal sejak SMA saya bisa mengendarai motor. Dan klo diliat resikonya sih lebih beresiko motor yak?! :mrgreen: Tapi melihat teman-teman perempuan saya bisa mengendarai mobil tuh kayanya keren. Dan kadang jadi kepengen juga. Walau belum punya mobil sih. Yaaa..siapa tau ketika saya ada rejeki bisa beli mobil, saya sudah bisa mengendarainya. 🙂
  7. Lebih banyak postingan di Blog tercinta ini. Dari dulu kan saya selalu beralasan tuh klo ga sempet nge-blog karena banyak kerjaan. Nah…pas sudah resign nanti harusnya sih alesan itu udah ga ada lagi ya?! 😀 . Siapa tau semakin sering nge-blog, apalagi bisa review macam-macam, trus dapat kesempatan jadi blogger berbayar *eh :mrgreen:

Banyak juga ya kemungkinan aktivitas yang bisa saja saya kerjakan ketika saya sudah resign?!

Jadi…kapan kamu resign, Bieb? 😀

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *