Kenapa Sophia berbadan mungil?

20150425_180254

Sebagai seorang Ibu, saya suka syedih klo anak saya dibanding-bandingkan. Apalagi Raya dan Sophia memang memiliki badan yang berbeda. Raya berbadan gemuk, sedangkan Sophia ini mungil sekali. Saya yang lebay ini terkadang suka memikirkan kenapa ya Sophia kecil. Padahal di bulan-bulan awal dia lahir, dia sempat menggemuk. Saya yang dulu suka terobsesi menjadi dokter pun mencoba menganalisa ala-ala. Dan menurut saya inilah penyebab Sophia berbadan mungil:

  1. Di bulan-bulan awal hamil Sophia, Raya masih ngASI. Jadi mungkin mereka rebutan nutrisi. Harusnya nutrisinya untuk si janin Sophia, tapi malah keambil si Kakak.
  2. Dapat pengasuh yang ga telaten. Saya bukan bermaksud menyalahkan orang lain, tapi mendapat pengasuh yang salah ternyata menjadi salah satu penyebab bayi Sophia yang sempat menggemuk di bulan-bulan awal kelahirannya, lalu tidak naik-naik berat badannya sampai beberapa bulan. Saya bukan sembarang menyalahkan ya…tapi ternyata mendapat pengasuh yang telaten dan berpengetahuan yang cukup itu sangat penting. Seperti cerita saya beberapa bulan lalu kalau kami sempat kesusahan mencari pengasuh dan akhirnya memutuskan menaruh bayi Sophia di daycare. Trus ketika sudah dapat pengasuh, ya sudah…bayi Sophia ga lanjut ditaruh di daycare (karena ga kuat bayarnya juga sih :mrgreen: ). Si pengasuh sudah diajarkan pelan-pelan bagaimana cara menyajikan ASIP, supaya bayi Sophia tetap mendapatkan ASI walaupun saya bekerja. Tapi ternyata si pengasuh cuek dan masa bodo dengan cara penyajian yang tepat. Padahal itu penting banget. Saya mengajarkan agar ASIP direndam di air hangat, tapi si pengasuh (setelah sekian lama) ketahuan kalau ASIPnya direndam di air rebusan. Ealaahh maaakk. Sophia hanya dapat air klo begitu. Ga dapat nutrisi. Hiks. Pantes aja berat badannya ga naik-naik.
  3. Bayi Sophia terlahir dengan berat badan 2,6 Kg lebih kecil dibandingkan dengan si Kakak yang terlahir dengan berat badan 3,1 Kg. Termasuk bayi yang sangat mungil. Jadi, walaupun dia doyan makan dan ngemil juga susu, tubuhnya tetap terlihat mungil.
  4. Suka ngempeng saat ngASI. Yup…bayi Sophia suka ngempeng saat ngASI. Jadi ASI yang diterima ga maksimal. Buktinya kalau malam bayi Sophia ga pernah bisa lepas nen. Dan akan rewel ketika lepas.

Benar atau tidak analisa saya ini ya..namanya juga ala-ala :mrgreen: . Tapi beberapa pelajaran yang bisa diambil adalah:

  1. Pentingnya mengkomunikasikan sedari dini dengan bayi supaya mereka ga ngempeng. Supaya kita juga tau apakah mereka benar-benar tercukupi atau tidak ASInya.
  2. Pentingnya mendapat pengasuh yang telaten. Penting banget untuk kita sebagai ibu pekerja. Pengasuh yang telaten pasti akan menjaga dan merawat anak kita seperti anaknya sendiri. Jadi ga sembarangan mengasuh.

Daripada dipikirin terus…mending pikir positif aja, seperti kata suami saya ini: “yang penting Sophia sehat” 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *