Syukurku sampai di angka 31

31

31 tahun…

Bukan angka yang muda…

Namun juga bukan angka yang terlalu tua untuk umur seorang manusia…

Dan tahun ini (beberapa hari lalu) saya sampai di angka tersebut.

Alhamdulillah…

Makin tambah umur pastinya makin banyak capaian yang didapat. Saya pernah baca satu artikel di sisternet.co.id bagaimana kita semakin bersyukur setiap harinya. Ya…dengan membuat Jurnal Syukur setiap harinya. Nah…dalam rangka pertambahan umur, saya coba list apa saja nikmat yang Allah SWT kasih ke saya sampai di angka 31. Here they are:

  1. Punya suami yang sayang (pastinya lah ya…klo ga ngapain saya dikawinin :mrgreen: ). Yang ga nuntut saya untuk masak tiap hari. Yang mau berbagi kerjaan rumah (fyi: yang nyapu dan ngepel tiap hari, suami saya loh!!). Yang cukup telaten bantu urus anak (ya…walaupun kadang suka hilang kesabaran klo anak2 udah rewel banget :mrgreen: ). Yang seringkali rela harus saya nomor 2 kan karena anak2. Hehehe…maaf ya Ayah.
  2. Punya 2 anak perempuan yang paling ga bisa ketinggalan saya. Terutama si kecil Sophia. Karakter mereka yang berbeda bikin saya harus belajar dan terus belajar supaya menjadi Ibu terbaik buat mereka. Tapi keduanya istimewa buat saya. Raya bayi anteng banget. Bikin saya ga baby blues. Saya dan suami juga ga perlu tuh ngalamin begadang tiap malem. Klo Sophia, karena si kecil ini saya bisa ngerasain lahiran normal. Saya sendiri cukup takjub sama diri sendiri bisa VBAC dengan jarak 19 bulan. 🙂
  3. Bisa menjadikan ke-2 anak saya sarjana ASI. Ya walaupun ga sampai 1 tahun. Tapi bersyukur banget bisa terus berjuang di 6 bulan awal pemberian ASI eksklusif ke mereka. Harus tahan omongan orang sekitar yang bilang ASI saya ga cukup makanya Sophia badannya kecil. Tapi bersukur pak suami selalu support sampai akhirnya saya bener-bener nyerah menjelang bulan ke 10.
  4. Punya rumah sendiri. Ya…walaupun masih nyicil ber-2 sama suami sampai 13 tahun ke depan. Hehehe. Tapi paling tidak sudah bisa belajar berkeluarga secara mandiri. Ga numpang. Biar ga stres.
  5. Bekerja di lingkungan kantor yang “homy” banget. Ga hanya kantornya. Tapi juga hawa kekeluargaan dari teman-teman kantor. Saling support, saling koreksi (dengan kasih sayang) kalau ada kesalahan. Saling berbagi cerita. Dan saya beruntung menjadi karyawan Yayasan Rumah Energi. Saya selalu disupport untuk bisa berkembang menjadi lebih baik. Visi, Misi dan programnya yang “Green” bikin saya “melek” dan otomatis bercermin, apa yang sudah saya lakukan untuk bumi ini? Belum bisa berbuat banyak sih, tapi berikut yang sudah mulai saya lakukan: saya mulai membatasi penggunaan air, membatasi penggunaan tisu, buang sampah di tempatnya, mulai menanam pohon (walau baru 1 :mrgreen: ), membatasi pemakaian listrik (biar hemat juga sih) dan terus memberikan informasi mengenai energi terbarukan ke social media yang saya pakai.
  6. Walau terbilang cukup “cungkring”, tapi Alhamdulillah jauh dari penyakit berbahaya. Saya bisa bilang gini karena beberapa bulan lalu habis medical check-up gegara teman-teman kantor mengkhawatirkan berat badan saya yang turun drastis setelah melahirkan. Dan Alhamdulillah hasilnya bagus. Walau begitu harus tetap waspada sih. Apalagi punya badan cungkring gini kadang bikin saya sering menggigil kedinginan saat tidur. Menurut teman sih “ketipisan”. Eeerrr…
  7. Masih dikasih rezeki untuk bisa merasakan keluar kota bareng suami dan anak-anak. Walau ga tiap bulan. Tapi Alhamdulillah. Melihat suami dan anak-anak seneng itu rasanya tak tertandingi. 😀
  8. Bisa kenal beberapa “Seleb Blog”. Walau ga deket. Beberapa diantaranya: ka’ Titiw, mba’ Rere, mba’ Eka, ka’ Ollie, mba’ Dita gigi, Nonadita, Ridu dan mba’ Dhita. Saya jadi bisa dapet informasi menarik dan bermanfaat dari para blogger ini (dan tentu saja dari blogger yang lainnya). Ga heran deh…saking kerennya blog mereka, ga jarang mereka diundang Brand ternama hanya untuk launching. Disitu saya terkadang “ngiri”. Hiks…Kapan ya bisa diundang walau hanya untuk acara seminar biar dapet goodibag ? 😀
  9. Ini yang paling utama dan yang paling penting!! masih bisa bernafas secara gratis. 🙂

Sebenernya masih banyak banget sih yang udah dikasih Allah SWT kepada saya. Padahal kadang saya masih suka lalai. Kedepannya musti lebih baik terus supaya jadi manusia cerdas!! Karena menurut Albert Einstein:

“Kecerdasan manusia itu diukur dari kemampuannya untuk berubah”

Yuk…doakan saya supaya bisa lebih baik, temans!! 🙂

gambar diambil dari sini: www.sashfactor.info

 

4 comments on “Syukurku sampai di angka 31

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *