Ketika harus memilih antara pengasuh (+ART) atau Daycare

Sebagai seorang perempuan pekerja, ketika memiliki anak maka 1 hal yang harus dipikirkan saat masih cuti melahirkan adalah mencari pengasuh kah? Atau dititip di daycare kah?

Saya yang 5 bulan lalu baru saja melahirkan anak ke-2, sempat bingung karena kami tidak punya ART yang bisa dijadikan pengasuh. Yang ada hanya saudara yang membantu menyetrika dan beberes rumah. Yang hanya paling lama 4 jam bekerja. Raya pun diasuh neneknya. Kesian dunk klo Ibu Mertua saya harus pegang 2 anak?!

Sejak cuti melahirkan (sebelum lahiran) saya coba tanya-tanya ke saudara, tukang urut langganan sampai coba merayu pengasuh Raya yang terdahulu. Namun sampai Sophia (anak ke-2 saya) berumur 1 minggu, belum ada tanda-tanda akan mendapatkan pengasuh.

Alhamdulillah saat Sophia berumur 3 minggu, tukang urut langganan membawa tetangganya. Kami pun berjodoh. Si mba’ yang memang apik pekerjaannya terlihat begitu rajin dan bisa mengasuh Sophia.

Namun ternyata ketenangan saya hanya berumur 1 bulan. Si mba’ tiba-tiba harus pulang kampung karena harus bantu sepupunya yang akan menikah. Galau tingkat tinggi dunk. Sisa cuti melahirkan tinggal 1 bulan. Saya dan dibantu Ibu Mertua coba cari kesana kemari, cari channel sampai ke mantan ART Ibu Mertua jaman suami saya masih balita. 1 minggu sebelum masuk kerja, makin galau. Akhirnya saya bilang ke suami, sepertinya qt harus mencari daycare. Alternatif terakhir karena ga dapet pengasuh. Dan di hari Jumat sebelum masuk kerja di hari Seninnya, saya dan suami survey ke 2 daycare. Yaitu di Bintang Waktu Daycare Cempaka Putih dan Little Bee Daycare di Halimun.

1. Bintang Waktu Daycare

Biaya pendaftaran: Rp. 650.000

SPP bulanan: Rp. 2.500.000

Biaya deposit: Rp. 2.500.000

Jadi biaya deposit ini dipakai jika orang tua mengundurkan diri. Karena aturan yang berlaku di daycare ini, jika mengundurkan diri harus informasi sebulan sebelumnya. Jadi di bulan terakhir si anak di titip, orang tua tidak perlu membayar SPP lagi.

Fasilitas yang ada di BW: ruangan ber-AC, CCTV lokal, kulkas untuk menaruh ASIP, penghangat ASIP, tempat tidur, box bayi, kursi duduk untuk makan, fasilitas standart rumah, perlengkapan mandi (shampo, sabun, bedak, minyak telon).

Sayangnya untuk bayi tidak tersedia bouncer. Harus bawa sendiri dari rumah.

Botol susu juga harus bawa sebanyak bayi minum. Misal, jika si bayi minum susu sebanyak 5x maka orang tua harus menyediakan 5 botol karena pihak BW tidak mencucikan botol minum.

Untuk pengasuh bayi (umur 3-18 bulan) mereka memiliki 4 pengasuh dengan batas quota bayi sebanyak 8 anak.

Setiap sebulan sekali dipanggil terapis untuk pijat bayi dengan biaya Rp. 85.000. Tapi ini ga wajib untuk setiap anak. Hanya yang mau saja.

Jadwal penitipan dari jam 7.00 – 18.00. Kurang dari jam 7.00 atau melebihi 18.15 akan dikenakan biaya lembur sebesar Rp. 35.000 per jam.

2. Little Bee Daycare Halimun

Di bulan Juni 2015 mereka baru saja membuka untuk penitipan bayi berusia 3 bulan. Sebelumnya umur minimal bayi yang dititipkan adalah 7 bulan.

Biaya pendaftaran: Rp. 1.500.000

Biaya bulanan: Rp. 3.700.000

Tempatnya lebih bagus dari BW, kasur bayinya terlihat lebih mewah. Tersedia Bouncer. Ada CCTV yang bisa diakses via internet. Pengasuh memakai seragam. Perlengkapan mandi disediakan. Botol susu bisa dicucikan.

Jadwal penitipan dari jam 7.30 – 17.30. Bisa setting waktu juga misal dari jam 7.00-17.00. Kurang dari jam 7.30 dan melebih jam 17.30 akan dikenakan biaya lembur Rp. 50.000 per jam.

Setelah menimbang masak-masak akhirnya saya dan suami memutuskan untuk menitipkan Sophia di BW. Alasannya:

1. Pengasuhnya berjilbab semua

2. Lebih dekat dari rumah yang berlokasi di Kemayoran

3. Biaya lebih murah, malah ternyata di bulan itu sedang ada promo di mana kami tidak perlu membayar biaya deposit

4. Jadwal penitipan lebih pas di bandingkan Little Bee. Jadi kami tidak perlu terlalu buru-buru pulang dari kantor yang berada di wilayah Jakarta Selatan

Selama Sophia dititip di BW, alhamdulillah anteng. Pengasuhnya ramah, baik, supel. Sebelum jam 7 mereka berbarengan baca zikir Al-Ma’tsurat. Agar tidak ada syeitan yang mengganggu aktifitas mereka. Maklum, yang diasuh kan balita.

Tapi walaupun saya dan suami sebenernya tenang Sophia dititip di daycare, keuangan kami nih yang ga tenang! Pengeluaran sebulan untuk biaya titip Sophia jujur agak memberatkan untuk kami yang masih punya cicilan rumah. Belum lagi kami kasihan sama Sophia karena dia harus kena angin tiap hari karena kami membawanya pakai motor. Kasihan juga sama kk Raya yang selalu memandang iri tiap kali kami berangkat kerja sekalian anter Sophia. Ditambah lagi kami harus terburu-buru pulang dari kantor biar ga kena biaya lembur. Artinya saya ga bisa ikutan yoga di kantor, begitupun suami ga bisa ikutan futsal di kantor.

Selama Sophia di BW, kami pun tidak berhenti mencari pengasuh untuk Sophia. Dan Alhamdulillah setelah libur lebaran akhirnya dapat pengasuh. Dan Sophia pun mengundurkan diri dari BW.

Jadi…pilih pengasuh apa daycare?

Semua itu tergantung. Tergantung bagaimana pengasuhnya, tergantung bagaimana daycarenya.

Kalau daycarenya oke, apalagi pakai metode montessori, untuk anak yang sudah cukup umur masuk playgroup, apalagi kondisi keuangan memadai, daycare cukup tepat dijadikan pilihan.

Tapi untuk bayi, saya lebih memilih pengasuh. Yaitu pengasuh yang apik, yg ikhlas rawat anak qt, yang jujur, dan telaten.

Nah, apa pilihanmu?? 🙂

 

6 comments on “Ketika harus memilih antara pengasuh (+ART) atau Daycare

  1. Aku pilih pengasuh soalnya aku punya konsep sendiri dalam mendidik anak. Jadi tinggal ajarin si suster lakuin itu. Tapi seminggu 3x anakku aku bawa ke PG buat sosialisasi juga sih hehehe

    1. Hi, salam kenal juga.
      Ketika seorang calon Ibu atau istri sedang hamil, perasaan senang karena menanti-nanti kelahiran si dede bayi pasti ada. Tapi kemudian bingung juga. Apalagi klo cuti lahiran sudah hampir habis. 😀
      Mudah-mudahan diberi kemudahan untuk dapet pengasuh. 🙂

  2. Meski secara bayaran terbilang lebih murah dan pengasuh akan stand by di rumah lebih lama, namun tak dipungkiri, memiliki pembantu yang berkualitas sangat sulit. “Kadang ketika pembantu sudah cocok dan pas, ada saja cerita ia pulang kampung dan memilih tak kembali. Ini sering terjadi karena pengaruh budaya santai yang tertanam pada diri pengasuh.”

    1. Bener banget. Nah karena hal itu lah seringkali daycare jadi solusi yg tepat karena anak-anak ga perlu adaptasi sama pengasuh baru terus. 😀

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *