Look up from your phone

Kurang lebih sudah sebulan ini saya melihat salah satu merek pasta gigi ternama menampilkan iklan yang agak mirip dengan scene di awal video ini.

Walaupun maksudnya adalah untuk promo case handphone gratisan jika membeli pasta gigi tersebut, tapi menurut saya intinya sih sama. Jika saja kamu tidak menyimpan sebentaaarr aja handphone kamu dan menikmati keadaan sekitar, bisa aja kamu akan melewatkan seorang bidadari yang ternyata adalah jodoh kamu *mulai lebay*.

Ok, saya ga akan membahas soal iklan itu. Tapi saya hanya ingin ngebahas gimana Sosial Media ternyata sudah berperan dalam perubahan sosial masyarakat di dunia. Semua jadi bergantung pada handphone masing-masing. Walau ada temen di sebelah, tetapi malah asyik sama handphone sendiri. Jangan-jangan pasangan juga dicuekin hanya karena lebih asyik “melototin” Hp. Pernah loh saya dan teman-teman kantor yang waktu itu lagi makan siang di sebuah resto Jepang, trus pas kita asyik ngobrol, temen saya nyeletuk: “Eh liat deh meja di belakang kita! Semua pada asyik sama Hp masing-masing”. Ya ampuuunn…udah duduk bareng buat makan siang aja masih sibuk pegang Hp. Kami cuma tersenyum miris. Karena kami emang ga pernah kaya’ begitu pas makan siang bersama. Ketika jam makan siang tiba, kami semua kumpul di dapur. Makan sama-sama sambil ketawa-ketiwi ngebahas hal yang seru di hari itu. Nope..kita ga ngebahas kerjaan. Palingan yang kita bahas soal aksi kocak salah satu rekan kami atau soal keluarga, atau keseruan di rumah masing-masing.

Boss saya pun cerita kalau sekarang ada aturan baru di keluarga besarnya yang berkaitan sama HP. Jadi, jika saat makan di luar ada yang sibuk sendiri sama Hp, maka dialah yang akan membayar. Nah loh…!! :mrgreen:

Eh tapi penting juga tuh aturan itu diberlakukan di keluarga kita masing-masing. Huehehehe.

Saya sendiri kalau di rumah jarang pegang Hp kecuali pas Raya ga ada di dekat saya. Karena pastinya saya ga mau dunk yang diingat sama Raya bahwa bundanya ga pernah lepas dari Hp saat menemani dia. Lagipula saat Raya masih intens nenen, dia ga pernah membolehkan saya pegang Hp. Yang ada digigit. Auuchh.

Ga bisa dipungkiri, saya memang merasakan komunikasi yang lebih mudah dari kemajuan internet. Saya bisa terhubung dengan saudara-saudara saya di Ponorogo, Malaysia, Brunei Darussalam. Bisa setiap saat chatting sama mereka. Bisa meeting dengan kolega di Luar Negeri. Tapi seringkali kita melupakan adanya etika dalam berkehidupan.

Jadi…yuukk…look up from your phone. Karena ada banyak hal yang menarik untuk bisa dinikmati di jalan selain terpaku dengan Hp kita. 🙂

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *