Lika-liku rumah tangga

Kolega kerja saya pernah menyampaikan pesan kepada saya yang masih single saat itu. Beliau memang sudah jauh senior di atas saya. Dan saya pun beruntung mendapatkan nasehat itu.

“Bieb, yang namanya klo sudah berumah tangga…pasti ada masa-masa bosannya. Apalagi kalau anak-anak sudah besar, sudah pada jarang di rumah, pastinya yang ada tinggal berdua. Nah…ini nih tantangannya. Ditambah lagi kalau sudah pensiun. Ga ada yang dikerjakan. Iseng. Cepet bosan. Masalah kecil bisa jadi besar. Diem-dieman tambah bosan. Makanya perlu melakukan sesuatu di luar kebiasaan. Jalan-jalan ber2 kek, atau nonton kek. Ga hanya itu, semakin tua itu, ego terkadang semakin besar. Jadi, butuh pengertian lebih besar antara satu sama lainnya”

Nasehat-nasehat seperti itu juga ga cuma saya dapat dari 1 orang. Tapi juga dari teman-teman saya lainnya. Seperti apa yang dikatakan teman saya ini…

“Yang namanya udah punya anak, biasanya malem Senin sampai malem Jumat gw nemenin mereka bikin PR. Klo Sabtu-Minggu acara bareng keluarga ya jalan-jalan sama anak, acara keluarga besar lah. Nah…gw sepakat sama suami tiap malam Sabtu keluar nonton. Si Papa jemput gw, trus nonton deh di PS atau di FX (tempat kerjanya daerah Senayan). Apapun filmnya itu. Lagi ada yang seru atau engga’. Yang penting kan kebersamaanya.”

Wah…seneng ya dapet nasehat-nasehat ky gitu. Menandakan bahwa yang namanya berumah tangga itu ga melulu senang, tapi juga pasti ada kerikil-kerikil kecil. Tapi, jika kerikil-kerikil kecil tersebut diselesaikan dengan baik, tanpa emosi, tanpa teriak-teriakan satu sama lain, pasti yang ada malah tambah lengket. Ihiy!!

Siap untuk di ingat-ingat deh… 🙂

 

2 comments on “Lika-liku rumah tangga

  1. Pingback: URL

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *