Nikah di gedung dengan budget kurang dari 40 juta??

Alhamdulillah, impian besar di tahun 2012 akhirnya terlaksana dengan lancar. Dan semua itu terwujud dengan budget kurang dari 40 juta. Loh..ko’ bisa??

Bisa dunk.

Baiklah..dengan rasa suka cita saya akan berbagi bagaimana caranya nikah di gedung dengan budget kurang dari 40 juta (dari acara lamaran, selametan sebelum nikah, catering, pelaminan, fotografer, penghulu, rias dan pengeluaran2 kecil lainnya).

1. Gedung

Saat memutuskan akan menikah, sebelum acara lamaran, si suami (yang saat itu masih calon suami) berkeinginan untuk nikah di Masjid. Alasannya cukup simple. Kalau orang Kristen aja nikah di Gereja, Orang Budha di Wihara, Orang Hindu di pura, Kenapa qt yg orang Islam ga di Masjid aja?? Well, alasannya cukup masuk di akal. Yang namanya nikah pasti kan di saksikan oleh Tuhan. Memang sih…dimanapun saja Tuhan pasti menyaksikan, tapi klo di Masjid kaya’nya lebih khusyuk gitu. Dan dimulailah pencarian Masjid yang cukup strategis. Ga terlalu jauh antara rumah saya yg di otista dan rumah suami di Kemayoran. Parkirnya lumayan gede, untuk memudahkan teman-teman kantor yang membawa kendaraan. Dan pilihan itupun jatuh pada Masjid Agung Sunda Kelapa (MASK). Banyak tetangga dan saudara yg mengeluhkan soal jauhnya MASK dari Otista. Tapi…kami tetap kekeh sama pilihan kami. Karena kami pikir inilah tempat yg terbaik untuk kami.  Apalagi di MASK punya Serambi yang berkapasitas tidak terlalu besar. Cocok lah sama undangan kami yang cuma 200-300an orang. Tapi sayangnya, beberapa peraturan MASK cukup ribet. seperti: minuman harus dari MASK, begitupun dengan meja. Padahal pas pagi sebelum acara, minuman tidak semuanya bisa tersedia. Jam 6 pagi juga gudang tempat penyimpanan meja masih di kunci. Bikin emosi jiwa deh. Udah gitu…terlalu banyak charge bila kami tidak pakai catering yg non rekanan. *elus-elus dada* Untuk pemakaian serambi + masjid sebagai tempat akad, kami dikenakan Rp. 3.500.000. Dan serambi hanya bisa dipakai pada siang hari. Tidak untuk malam hari.

2. Catering + Pelaminan + Rias + Fotographer

Pencarian untuk hal ini memang agak memakan waktu. Ga boleh terburu2 juga sih. Karena dalam pelaksanaan pernikahan, CPRF ini merupakan hal yg penting. Kalo udah salah pilih, bisa jadi kacau. Seminggu setelah lamaran, kami pun mulai menghubungi beberapa Catering rekanan yang cukup recommended berdasarkan info di weddingku.com . Lalu menghubungi untuk minta penawaran, trus…janjian untuk Test Food (TF). Beberapa Catering mundur karena porsi buffet yang kami minta di bawah standart mereka, yaitu hanya 250 porsi. Ada juga yang menaikkan harga sebesar 50% seperti Permata Catering (dari 40rb/ porsi, menjadi 60rb/porsi). Sempet jatuh cinta sama makanannya Tuty Catering, apalagi setelah ditelusuri, ternyata Tuty Catering berpengalaman menghandle acara pernikahan di Serambi Jakarta MASK. Tapi, kali ini kami yg harus mundur karena harga yang tidak cocok.

Akhirnya pilihan jatuh pada Jati Minang Catering dibawah pimpinan Mba’ Adhe. Bukan rekanan MASK sih. Tapi mba’ Adhe sudah biasa menghandle acara di sana. Jadi, udah kenal lah..sama orang MASK. Apalagi harga yg ditawarkan sama mba’ Adhe cukup masuk budget kami. Dengan pesanan 250 porsi buffet, kami sudah mendapatkan bonus 4 gubukan. Mantap kan?? per porsi buffet pun cuma dikenai 40rb. Sudah lengkap dengan jajanan pasar, puding, dan soft drink.

Btw, mba’ Adhe ini dulu yg nangani pernikahan kakak saya. Makanya masakannya sudah cocok sama lidah kami. Dan kami hanya perlu TF 1 kali lagi. Rias + baju untuk pengantin, orang tua dan 2 penerima tamu hanya dihargai 5juta. Saat fitting baju mertua, ternyata ukurannya ga ada yg pas alias kekecilan. Eh dengan baik hati si mba’ Adhe bersedia membuatkan. Ihiy..!!

Si periasnya, mba’ Endah emang jago banget bikin wajah saya manglingi dan bikin temen-temen berdecak kagum. Alhamdulillah. Puas lah sama riasannya.

Soal makanannya, ya jangan ditanya lagi. Mertua aja sampai minta nambah bakso malangnya.

Setelah acara si mba’ Adhe cerita, ada tetangga saya yg menghubungi dy untuk acara nikahan anaknya Desember ini. Soal porsi makanan, saya yg awalnya sempat khawatir karena dengan 200 undangan saya berani-beraninya cuma minta buffet 250 porsi, akhirnya bisa bernafas lega. Karena sampai akhir acara buffetnya masih tersisa (walau ga banyak banget). Pokoknya puas deh pake’ mba’ Adhe ini. Untuk yg berminat, sila hubungi beliau di 0818417156

3. Penghulu

Walau KUA Kec. Menteng berada di tempat orang-orang menengah ke atas, bukan berarti si penghulu-penghulunya matre seperti pengalaman beberapa temen. Penghulu yg saya temui malah tidak memberikan standart minimum. Mereka bilang seikhlasnya saja. Alhamdulillah. Ada cerita yg lumayan bikin panik soal penghulu. Jadi ceritanya, sehari setelah lamaran saya dan suami langsung mengurus ke KUA. Minta surat numpang nikah lah (karena saya berdomisili di kec. Jatinegara dan suami di kec. Kemayoran) sampai akhirnya daftar di KUA Kec. Menteng. Kebetulan saat itu tidak bisa ketemu langsung dengan si Pak Ramli yang kebagian akan menikahkan saya. Setelah mendapatkan nomor teleponnya, kami pun janjian lagi pas hari sabtunya. Alhamdulillah Pak Ramlinya baik sekali. Memberikan nasihat2 yang bikin adem ati. Dan saya pun menanyakan perihal kapan waktunya pembayaran. Dy pun bilang nanti saja saat bulan puasa. Ya sudahlah kami tidak menghubungi dy lagi. Dan pas bulan puasa, saatnya pembayaran, kami menghubungi beliau untuk janjian. Ternyata Pak Ramlinya sudah meninggal dunia. Sontak kami pun panik. Tanpa tunda lagi, kami langsung mengurus penggantinya. Di dapatlah Pak Hasiqin sebagai pengganti beliau. Alhamdulillah, sama baiknya dengan Pak Ramli. Beliau rela loh nunggu dari sebelum acara akad di mulai tanpa wajah cemberut. :)

to be continue…

One thought on “Nikah di gedung dengan budget kurang dari 40 juta??

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *